JURI DAN PENJURIAN GPMB
Posted in Judging on Nov 28th, 2007
| Ditulis Oleh: Iwan “Oldman” Christanto (Ketua Dewan Juri GPMB XXIII – 2007) | |
![]() JURI DAN PENJURIAN GPMBSusunan Juri GPMB XXIII – 2007 baru saja diumumkan di Technical Meeting GPMB pada tanggal 25 Nopember 2007. Pro dan kontra mengenai susunan Juri GPMB 2007 mungkin saja terjadi, sulit dihindari dan bahkan bisa jadi bahan polemik yang tak akan pernah ada habisnya bagi para Peserta GPMB, Pengamat kegiatan MB dan juga para Pembaca situs Trendmarching dimanapun berada. Satu-satunya hal yang dapat dipastikan adalah bahwa Panitia GPMB telah berusaha sebaik mungkin untuk menseleksi para Juri yang akan bertugas di GPMB XXIII – 2007 nanti. Susunan Juri yang telah diumumkan telah melalui tahapan seleksi yang ketat dan dibuat dengan mempertimbangkan keterlibatan Juri yang seminim mungkin dengan para Peserta GPMB XXIII yang akan datang. Kalau toh pun masih ada Juri yang terlibat dengan salah satu atau lebih kontestan maka Juri yang bersangkutan TIDAK AKAN DITUGASKAN untuk menilai mata lomba yang menjadi keahlian utamanya akan tetapi menilai mata lomba lain yang tidak “dibuat / dijual” kepada salah satu kontestan namun Juri tersebut tetap dikenal memiliki keahlian yang cukup mumpuni untuk menilai mata lomba tersebut. Kecermatan dalam menseleksi Juri untuk event yang sebesar GPMB telah dilakukan dengan sebaik-baiknya karena para Peserta GPMB (ataupun Kejuaraan MB lainnya) dipastikan telah mengeluarkan dana yang amat besar untuk dapat berpartisipasi secara optimal. Oleh karenanya Panitia GPMB menjamin bahwa penjurian dan penilaian terhadap para kontestan akan dilaksanakan dengan jujur, obyektif dan yang terpenting tanpa unsur keberpihakan terhadap salah satu kontestan. Hal ini diperoleh dengan cara pembahasan yang teliti terhadap nilai per mata lomba dari setiap Juri, satu per satu tanpa kecuali dan melibatkan seluruh Juri yang bertugas dalam Rapat Dewan Juri. Disamping itu obyektivitas dan kejujuran yang terkandung dalam setiap nilai juga diperoleh karena setiap mata lomba dinilai oleh 2 orang Juri sehingga antara Juri yang satu dan lainnya dapat diperbandingkan sebagai check and control. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa nilai akhir yang keluar dan diumumkan dari ruang Juri telah melalui tahapan pembahasan yang teliti dan merupakan konklusi akhir dari seluruh Dewan Juri. Beberapa tahun yang lalu (tepatnya tahun 2001), saya pribadi memiliki idealisme bahwa alangkah baiknya kalau Juri yang bertugas tidak perlu harus “steril” dalam arti bahwa bisa saja unit dimana Juri ybs ikut serta sebagai salah satu/atau lebih kontestan di GPMB (dan seyogyanya juga di Kejuaraan MB lainnya) Pada suatu waktu, seandainya semua “unit besar” (mohon diartikan sebagai MB yang dikenal telah berprestasi di GPMB dan Kejuaraan MB lainnya) ikut serta berpartisipasi di GPMB……..darimana Panitia bisa memperoleh calon-calon untuk diseleksi dan ditetapkan sebagai Juri GPMB ?? Juri asing ? Usulan dan solusi yang bagus sekali, tapi darimana biaya untuk mendatangkannya ? Yang jelas untuk mendatangkan Juri-juri asing (macam Scott Johnson, Steve Bentley , Jim Ancona, Sven Parris dan lain-lainnya) akan membutuhkan biaya yang amat besar dan sudah bisa dipastikan bahwa Panitia GPMB tidak akan sanggup membiayainya terkecuali mendapat bantuan dari sponsor yaitu para Distributor alat-alat MB seperti biasanya. Dengan mengetengahkan pembahasan diatas maka diharapkan masyarakat MB ditanah air akan dapat memahami bahwa proses nominasi dan seleksi para Juri GPMB telah dilakukan dengan seksama. Begitu pula proses penjuriannya nanti pasti akan dilaksanakan sebagaimana mestinya tanpa perlu mengundang kecurigaan bahwa ada Juri yang memihak unit tertentu. Pada saat ini kriteria penilaian mata lomba di GPMB “masih” menggunakan lembar penilaian yang dipergunakan DCI 1994 (sejak GPMB 2005 yang lalu telah “diperlunak” kolom nilai untuk MAHL dan MAPL sesuai dengan saran dari Scott Johnson dan Steve Bentley karena kalau tetap menggunakan kolom DCI maka banyak peserta akan mendapat nilai yang amat minim karena kemampuan tehnis peserta disini masih jauh dibawah kontestan DCI) dan ditambah dengan caption Colourguard dan Marching & Maneuvering serta Display & Showmanship yang dipisah dari mata lomba GE. Selama beberapa penyelenggaraan GPMB ditahun-tahun lalu, mata lomba Marching & Maneuvering (MM) dan Display & Showmanship (DS) “selalu” menimbulkan perdebatan yang panjang dalam rapat Dewan Juri karena masing-masing Juri dari mata lomba MM dan DS seringkali “bertolak belakang” dengan nilainya masing-masing. Hal ini terjadi karena Juri MM “hanya” fokus terhadap norma-norma MM (lebih mudahnya sebut saja norma dasar PBB atau Baris Berbaris) sedangkan Juri DS lebih fokus ke bentuk, perubahan dan pencapaian bentuk dari display yang disajikan oleh MB yang tampil. Dengan penilaian untuk mata lomba MM dan DS dilaksanakan oleh Juri-juri yang sama maka “kontradiksi nilai” untuk nilai MM dan DS akan terselesaikan karena kedua Juri yang bertugas sudah memiliki keseragaman fokus ketika menilai MM dan DS. Hal ini dimungkinkan karena MM merupakan salah satu unsur dasar dari DS sehingga Juri yang menilai MM sudah bisa dipastikan akan mampu menilai DS dengan sama baiknya. Penggabungan Juri-juri untuk MM dan DS sudah dilakukan di Kejuaraan Langgam Indonesia bulan Juli 2007 di Bali dengan hasil yang amat baik tanpa terjadi kontradiksi antara nilai MM dan DS. I. GENERAL EFFECT : Visual + Music Apabila di GPMB ataupun Kejuaraan lainnya ditanah air terlalu dipaksakan untuk menggunakan sistem penilaian seperti DCI saat ini dikuatirkan akan memberi kesulitan yang makin kompleks menyangkut unit yang bertanding maupun kemampuan juri yang bertugas untuk dapat sepenuhnya memahami penilaian diatas. Tak dapat disangkal bahwa kemampuan tehnis dari MB kita “dibawah” kemampuan Open Class Corps bahkan Division I di DCI. Para anggota Corps DCI diperoleh melalui proses audisi yang teramat ketat yang menuntut kemampuan tehnis yang tinggi. Hal ini dapat kita saksikan dalam lomba DCI sejak 5 tahun kebelakang dimana unsur “kemampuan tehnis” lebih ditonjolkan dibandingkan dengan lomba DCI era ‘90an yang dalam banyak sisi lebih mengetengahkan unsur musikalitas yang lebih mudah dicerna. Mulai DCI 2008 nanti jumlah anggota Open Class Corps yang bertanding di DCI akan ditingkatkan menjadi maksimal 150 orang dibandingkan dengan DCI tahun 2007 yang “hanya” memperbolehkan jumlah maksimal anggota 135 orang. Saran dan usulan yang diberikan oleh kelompok ini amat positip dan bermanfaat demi kemajuan dan pengembangan aktivitas Marching Band ditanah air. Salah satunya adalah mengenai usulan untuk menghapuskan penilaian untuk Busana Team dan Busana Field Commander yang bagi kebanyakan unit MB amat memberatkan” dalam pembiayaannya. Panitia dan Komite Tehnis amat mendukung usulan ini dan mulai GPMB XXIII – 2007 (Juga GPJB) penilaian untuk Busana dihapuskan dengan harapan unit-unit MB dapat menggunakan alokasi biaya pembuatan busana baru untuk membenahi peralatan unitnya yang kami anggap akan lebih bermanfaat bagi pengembangan unitnya. Usulan lainnya adalah untuk “memisahkan” Lomba Perorangan (Individual Contest) agar diselenggarakan terpisah dari lomba untuk unit secara keseluruhan. Hal inipun kami sambut baik dan mulai GPMB XXIII – 2007 (juga GPJB) akan dicoba untuk dilaksanakan secara tersendiri. Nantinya, tentu akan dievaluasi lagi secara cermat mengenai manfaat penyelenggaraan Lomba Perorangan (Individual Contest) ini karena usulan sebenarnya adalah untuk menghapuskan samasekali Lomba Perorangan (Individual Contest) ini karena hakekat dari suatu unit Marching Band adalah kegiatan team dan bukan perorangan. Yayasan GPMB, Panitia dan Komite Tehnis GPMB tak lupa ingin menyampaikan terima kasih yang amat tulus kepada KOMUNITAS CONFERENCE INSAN MB INDONESIA yang dimotori oleh Trendmarching atas usulan-usulan positip semacam ini. Kami yakin dengan adanya masukan yang berharga semacam ini maka perkembangan aktivitas Marching Band ditanah air tercinta ini akan mengalami lompatan besar menuju persamaan kualitas setidaknya mendekati kemampuan tehnik bermain Corps besar DCI, sekurang-kurangnya menjadi yang terbaik di regional Asia. SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA. Jakarta, 26 Nopember 2007 Iwan “Oldman” Christanto, |
